Selasa, 17 Januari 2012

Mature or Childish?

Liat dari judulnya kayanya mengingatkan kita pada diri sendiri, sambil pegang kaca "wah udah tumbuh!!!"
apanya yang tumbuh kak???? oke tidak perlu dibahas, karena kita tidak akan bahas tentang pertumbuhan tubuh masa pubertas..
Blog ini gue tulis sesuai dengan pengalaman yang gue alami dekat waktu ini, dan sebetulnya sekaligus melampiaskan emosi gue..
Kak, tumben ngomongnya pake gue bukan saya??? kan udah gue bilang, gue mau lampiaskan emosi! kalo pakai kata "saya" yang ada ga bergetar nantinya blog ini!
Oke langsung saja! Jadi apa sih mau lo keluarin topik ajaib ini??? Jadi beginilah mau gue, dan akan gue bahas dibawah..
Hari ini sebetulnya gue senang melihat panasnya ibukota, dan merasakan hot chocolate sevel depan kampus dengan melupakan jam tidur gue yang sangat-sangat kurang bersahabat!
Awalnya gue mau beli hot chocolate yang versi small, tapi gue cari gelas yang paling kecil dengan keterangan "small" itu ga ada.. udah sampai nunduk, jongkok, nungging, kok ya ga ketemu!
What happened sevel?? yah ternyata memang gelas small itu bisa limited edition juga, namun gue masih kurang mengerti kemana dan kenapa gelas itu bisa habis. And, so what??
Gue minum sendirian dengan tatapan ngantuk melihat jalan dari dalam toko, mau sarapan tapi malas, mau jalan juga malas, mau boker juga masih belom dicerna.. jadi gue maunya apa? entahlah, cuma bisa curhat di blog ini sekilas aja sambil mengingat kata-kata penuh nista " Dear Diary..."
Singkat kata, gue berpikir telepon teman gue buat menanyakan tiket nonton Jakarta Rock Fest dengan harapan mendapat diskon, namun ternyata tidak.
Singkat kata juga, gue mengumpulkan makalah kapsel, makan sama temen gue dekat kampus, dan pulang, terus tidur, dapet sms dari teman "gue otw ke rumah lo", kucek-kucek mata, lari ke wc buat mandi, dan akhirnya sampailah di penghujung acara kita, duduk di suatu tempat ramai dimana ketiga manusia mengadu nasibnya disana.

Kita bertiga ngobrol, cerita, ngoceh, debat segala macam topik dari yang paling penting sampai yang paling hina. Dari curahan hati para jomblo, peresmian nama baru botol Aqua, dan permainan tetris yang membuat salah satu diantara kita ketawa-tawa sendiri dengan horornya.
Okee sampai ke pembahasan obrolan soal galaunya salah satu teman gue karena dihina oleh orang kampung.
Sebetulnya gue masih ingat, dari awal sudah gue kasih solusi untuk remove facebook orang kampung itu..
Hari gini maen facebook mbahh??? Yoii ababil gila yaa gue!
Cerita teman gue sebenarnya entah sudah sangat basi atau memang deritanya tiada akhir seperti kisah percintaan patkai di film "Kera Sakti", atau mungkin sedang dilanda kegalauan tingkat dewa..
Alkisah ada orang kampung yang ikut campur masalah pribadi teman gue, dengan menghina teman gue dari hinaan tingkat abal sampai hinaan paling tersakti di dunia ababil.
Sampai gue turun tangan buat kasih comment di status facebook teman gue itu, dengan bahasa teguran sinis yang sepertinya cukup membuat si orang kampung itu jatuh terpuruk sampai dia berhasil mengeluarkan gosip ababilnya secara sadar atau tidak sadar.
Helloooww?? kasih comment? status facebook? masih jaman??
Kan udah gue bilang, gue ababil namun penuh kedewasaan di saat kritis dan dilarang siapapun protes tentang imajinasi gue!

Setelah berdebat panjang dengan kebingungan yang selalu bertanya-tanya di batin gue "Kenapa ni bocah gamau remove aja atau sekalian block orang kampung itu ya?"
akhirnya gue menemukan 1 jawaban penuh tragedi dengan segala kelabilan absolut tingkat dewa..
"Gue gamau dianggap pengecut gara-gara gue remove atau block dia"
WOW!!! di kepala gue cuma berputar-putar kata-kata " How stupid.."
dan tiba-tiba malaikat turun dan garukin kepala gue sesaat sehingga gue berpikir kembali...
dan kata-kata baru terlintas dari sentuhan malaikat itu "Namanya juga cinta.."
Tapi jujur buat gue, ini tindakan yang super duper labil..
Gue selalu mendengar teman gue ini menegur gue saat galau "kaya anak kecil aja.." atau "jangan labil" atau ungkapan-ungkapan lain yang intinya menegaskan kalau gue masih childish.
Kata-kata itu membuat gue berpikir mungkin dia memang lebih dewasa dari gue, namun ternyata semua itu tidak lebih dari perkataan seorang ababil bahagia.
You're childish! absolutely! Kenapa gue bilang seperti ini??
Lo bilang lo pengecut? Ya memang lo pengecut!!! Bukan karena lo remove facebook siapapun yang buat lo jadi pengecut, tapi karena lo takut keluar atau menyelesaikan masalah lo sendiri..

Cerita temen gue sebetulnya selalu sama tentang si manusia alien kampung yang seenaknya ikut campur masalahnya, dan gue dengar lebih dari 3x cerita ini..
Sebetulnya solusi terbaik itu sudah ada didepan mata teman gue, apa men solusinya?
REMOVE REMOVE REMOVE REMOVE.. AND BLOCK!!!!
beres kan? dan gue akan mendengar kata-kata bocah seperti ini "ah nanti kalo dia ngatain gue pengecut gimana? atau si **** ngatain gue pengecut gimana?"
So what???? apakah selama ini dia telah berjasa buat hidup anda? atau perkataan "pengecut" yang berasal dari kekalahan seorang bocah labil itu akan berpengaruh pada kehidupan anda?
Atau jangan-jangan... anda masih bergantung hidup pada sesuatu yang tidak jelas sehingga anda senang mempertahankan masalah ini??

Untuk temanku tersayang, bukanlah maksud saya untuk menambah tamparan ke wajahmu yang manis itu.
Tetapi jika kamu masih menyayangi kehidupanmu sendiri, lebih baik ambillah solusi yang lebih pasti menunjang hari esokmu.
Ibaratkan kamu terjangkit penyakit, dan kamu sudah mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan, namun kamu menolak untuk meminum obat itu dan terus mengeluh atas kesakitan akibat penyakitmu itu.
Coba pikir, apakah keluhanmu itu akan berdampak positif dan menimbulkan suatu keajaiban seperti cerita komik serial cantik? atau malah akan semakin merusak pikiran dan kejiwaanmu itu?
Pastinya saya akan mendengar kata-kata ini "ngapain gue sakit jiwa gara-gara ginian doang?"
Sejujurnya, sekarang pun kamu sudah terjangkit penyakit kejiwaan, dimana kamu memiliki ketakutan karena alasan trademark "pengecut" atau alasan lainnya yang sebetulnya tidak penting dalam hidupmu.
Jadi, cepatlah berobat, sebelum terlambat :)

Because I love you, so I wrote this for you, girl! God Bless! :)

1 komentar: