Kamis, 14 Juni 2012

Draw your dream

"Draw your dream", terlintas sejenak di pikiran saya tentang kalimat singkat yang membuat malam suntuk ini sedikit santai dan penuh inspirasi.
Bicara soal "dream" atau "mimpi", semua manusia pasti pernah bermimpi, berharap, dan bercita-cita.
Banyak juga yang memiliki ambisi untuk melukiskan mimpi dan cita-citanya dengan segera.
Namun, apakah yang terjadi jika segala sesuatu yang kita rencanakan dan impikan tidak berhasil diwujudkan di dunia nyata atau terwujud untuk menyulitkan diri kita sendiri?

Bahasanya berat kak...

Namanya blog ya harus kreatif dikit lah ya, masa bahasa berat aja protes~
Sebenarnya, tidak banyak yang ingin saya sampaikan untuk session cek dan ricek malam ini.
Saya hanya ingin memberi suatu pandangan yang pastinya berasal dari dasar pemikiran saya.
Pede banget lo cuy!
Selama ini positif, tidak ada yang melarang untuk pede sesekali saja.

Mimpi..
Titik.
Loh? Maksud lo?

Ya, jadi seperti yang saya katakan tadi, setiap orang pernah bermimpi, berharap dan bercita-cita.
Lalu bagaimana jika yang kita harapkan dan impikan itu tidak berhasil diwujudkan secara nyata?
Untuk kaum yang ambisius, penuh kobaran semangat yang membakar seluruh kampung dan sawah-sawahnya, pastinya mereka frustasi.
Ya iyalah mbak, kaya ginian gue juga tau kalee.. Basi!!!

Jangan senang dulu, saya baru mau memulai pembahasan.
Terkadang frustasi itu menjadi suatu alasan kita untuk terus maju, atau sebaliknya, mundur secara teratur sampai mentok. Refleksi sedikit, saat frustasi ada saatnya pikiran dan hawa nafsu perang kita tidak terkendali, semua masukan dan nasihat terlihat munafik, dan segala sesuatu baik yang kelihatan maupun tidak terasa menyebalkan. Sesekali marilah kita mulai belajar meredakan si frustasi ini dengan melakukan hal-hal positif seperti minum coklat hangat, menggunakan aroma terapi saat mandi, berolahraga ringan, dan berbagai cara nyaman sesuai dengan keinginan kita.
Setelah frustasi mulai mereda, marilah kita berpikir hal yang paling simple dalam hidup kita.
Tentang kebahagiaan. Sesekali kita pun harus bisa membahagiakan pikiran kita setelah beratus-ratus tahun lamanya hidup untuk memikirkan hal-hal penting dan sepele.
Banyak momen indah dalam hidup kita secara sadar ataupun tidak, yang telah membentuk dan membuka jalan hidup kita sampai saat ini, dan memikirkan momen indah ini adalah suatu kegiatan yang melegakan perasaan kita sendiri, menurut saya ya...

Selanjutnya, marilah kita berpikir tentang suatu realita yang berhubungan dengan frustasi sekaligus kegagalan kita mewujudkan suatu cita-cita, mimpi, dan harapan.
Terkadang manusia tidak memahami seberapa besar kemampuan dan daya juang yang dia miliki selama hidup. Memang ada sebagian yang memiliki talenta untuk jenius dalam suatu bidang, namun cita-cita bukanlah suatu hal yang mutlak berasal dari talenta.

Dahulu, ada yang pernah berkata kepada saya, entah siapa, saya lupa..
Lo aja lupa, apalagi gue yang baca mbak!!!
Dulu pernah ada yang berkata tentang talenta kepada saya.
Ya, memang talenta itu sebagai pendukung kesuksesan, namun terkadang talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak sejalan dengan apa yang kita cita-citakan.
Lagi-lagi manusia frustasi soal talenta yang tidak sejalan dengan impian, padahal jika kita dapat berpikir lebih tenang, sebetulnya talenta bisa dikembangkan untuk menuju kesuksesan yang tidak pernah kita bayangkan.
Manusia yang terlalu terobsesi terhadap sesuatu memanglah ada baiknya, namun pastinya juga mempunya sisi buruk.
Talenta adalah modal yang diberikan Tuhan kepada manusia. Setiap manusia memiliki keunikan dan kelebihan, maka marilah kita menghargai apa yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita.
Janganlah disesali ataupun dikubur, karena percaya atau tidak, segala sesuatu yang diberikan Tuhan adalah baik, dan semakin menjadi baik dan berguna jika kita menjaga sekaligus mengasahnya.

Lalu, bagaimana jika talenta itu tidak sejalan dengan cita-cita kita?
Mungkin ada baiknya tema kita pada session hari ini adalah "Talenta"
Yang tidak sejalan bukan berarti yang tidak baik. Jika kita mempunyai cita-cita diluar talenta kita, maka kita masih mempunyai banyak harapan untuk mewujudkannya, walaupun banyak rintangan dan godaan.
Kita dapat berusaha untuk mewujudkan sesuatu yang positif dengan selalu berpikir positif, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memiliki daya juang yang mendukung.

Terkadang manusia memiliki banyak cita-cita, memiliki talenta yang sejalan dengan cita-citanya, namun tetap saja merasa tidak percaya diri atau selalu mengulang kesalahan yang sama.
Apa masalahnya?
Inilah yang akan disebut dengan mengukur daya juang.
Tidak ada hal yang bisa dilewati dengan sangat mudah di dunia ini tanpa adanya daya juang yang sepadan dengan cita-cita kita.
Saat kita mengetahui cara mencari ilmu di sekolah, mengetahui cara belajar dan berpikir rasional, disanalah juga kita mengasah daya juang kita, dimana adanya semangat, motivasi, dan kemampuan.
Daya juang yang murni adalah berasal dari motivasi dari diri kita sendiri untuk memahami dan mengejar sesuatu. Dengan melihat daya juang kita sendiri, kita dapat mengetahui apakah kita mampu untuk mengejar impian itu, atau tidak.

Bagaimana jika daya juang yang tinggi namun masih belum berhasil?
Memang talenta dan daya juang adalah bagian-bagian yang mendukung kita untuk meraih sesuatu, salah satunya cita-cita.
Namun tidaklah menjadi kepastian dan hal yang mutlak untuk kata "pasti sukses" dan "pasti berhasil".
Itulah sebabnya, kita sebagai pribadi yang belajar tentang kehidupan ini diharapkan untuk selalu mengenal dan memahami diri kita.
Dan janganlah putus asa akan suatu hal yang tidak tercapai, karena sebetulnya masih ada jalan yang baik di depan mata kita, namun belum terlihat oleh mata dan hati kita, karena frustasi, ambisi, dan obsesi impian lama belum ditinggalkan.

Bagi mereka yang memiliki semangat dan daya juang rendah untuk sukses, berhati-hatilah.
Bukan karena tidak dianugrahi talenta oleh Tuhan, namun mereka tidak bisa menjadi pribadi yang dewasa.
Mengapa demikian?
Pribadi yang dewasa adalah pribadi dengan segala tanggung jawab yang berasal dari diri sendiri untuk kewajiban dan hak selama hidup berlangsung.
Jika kita tidak bisa memperjuangkan masa depan kita sendiri dengan cara yang positif, tidak bisa memiliki daya juang untuk maju, maka dari situlah kita mulai menanggalkan segala kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai manusia yang hidup.
Begitu pula talenta, yang tidak diasah dan dijaga, akan menjadi sia-sia dan punah suatu hari nanti.

Jika kita ingin melukiskan mimpi kita dalam kanvas kehidupan, maka kita harus yakin akan segala resiko dan pengorbanan yang akan kita hadapi dengan talenta sebagai sarananya, daya juang untuk mendukungnya, dan tangan Tuhan sebagai penopangnya.
Jika kita tidak memiliki semangat dan motivasi untuk mencapai impian kita sendiri, anggaplah kita sedang melukis diatas kanvas pikiran kita, untuk selalu dilamunkan atau sebagai bahan pikiran untuk berandai-andai.


Cukup sekian share dari saya. Bahasa memang berantakan, dan jika ada kata yang salah marilah kita revisi bersama lewat komentar yang tersedia di kolom bawah.
Sekali lagi, blog ini adalah sharing dari pengalaman pribadi beserta masukan dan nasihat yang saya terima ketika melukiskan impian saya :)

God Bless..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar