Jumat, 01 Februari 2013

Chivalry

Chivalry atau diartikan menjadi "kesopanan" dan "keksatrian" yang akan saya bahas hari ini tidak mengintip dari cara pandang saya dalam berpikir. Sekedar sharing dengan memberikan kisah seseorang yang menurut saya, cukup memenuhi kata "Chivalry" ini
Begini ceritanya... *creepy sound*

Kisah seseorang, sebut saja namanya Ed, adalah orang yang "welcome" dengan semua manusia jenis apapun di dunia ini, menurut saya yaa..
Dia menjalani hari dengan kuliah, bermain game, beribadah, berkumpul bersama teman-teman, dan memiliki kepribadian pendiam, tidak banyak bicara.
Pukul 5 pagi biasanya Ed sudah membuka matanya untuk melihat dunia, dan segera melakukan aktivitas yang menjadi rutinitasnya sehari-hari.
Suatu hari Ed mengenal sosok wanita yang dipenuhi dengan dendam dan emosi yang tidak bisa dikendalikan.
Hari itu juga Ed bersikap seperti biasanya untuk selalu ramah kepada orang yang baru dikenalnya.
Wanita yang emosi itu memiliki tingkat kesombongan kelas menengah, dimana dia merasa tidak pernah melihat apalagi mendengar nama Ed.
Namun, semua berubah setelah perkenalan dengan Ed terjadi begitu saja. Perlahan setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita tersebut menjadi sebuah cerita tentang bagaimana resah dan kesulitan hidupnya saat itu.
Wanita itu bisa melampiaskan segala emosinya kepada Ed dengan marah, kesal, dan bercerita sampai semua emosi terkuak dari hatinya, hingga suatu hari kenyamanan itu terasa diantara Ed dan wanita tersebut.
Well, love is sacrifice, itulah yang menjadi kebimbangan diantara 2 insan.
Perbedaan dan tekanan dimana tidak bisanya terjadi suatu hubungan. Namun, ternyata relasi itu bisa menjadi nyata, dimana Ed dan wanita tersebut bisa saling mencintai satu sama lain.
Memang sampai saat ini belum dipahami mengapa mereka bisa membuat suatu relasi dan entah apakah Ed memang mencintai wanita itu dengan yakin atau tidak.
Tetapi satu hal yang pasti, sikap wanita itu menjadi banyak berubah lebih baik dari sebelumnya.
Emosi yang selalu membakar hati wanita tersebut selalu tersiram dengan kenyamanan bersama Ed.
Ed selalu mau mengakui segala kesalahan dan kebenaran, dan tidak pernah terpikat dengan kata-kata orang yang menjelekkan orang lain.
How about his "chivalry"?
Sikap keksatriannya itu adalah dimana Ed bisa menenangkan perasaan orang lain, bisa memberi semangat yang positif, dan berani mengakui kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Nilai kejujurannya gimana kak?
Nilai kejujuran untuk Ed, mungkin cukup baik, dan semoga akan selalu terus menjadi orang yang jujur dalam setiap langkah di kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar