Kamis, 07 Februari 2013

We proud our BADNESS

Hari ini tanggal 7 Februari 2013, saya mempunyai waktu kosong panjang di rumah...
Saya pergi keluar rumah sebentar bersama adik saya untuk mencari kegiatan yang positif, dimana pulangnya kita naik angkutan umum karena tidak ada ojek yang secara kebetulan tidak satupun bergentayangan di jalanan dan pangkalnya.
Angkutan umum yang berjalan seperti yang saya lihat biasanya di sekitar kampus, dimana seperti pembalap F1, potong zigzag, belok dadakan, rem skakmat, dan semangat saling kejar mengejar rivalnya di area balapan jalan raya kampus. Hanya macet di jalan raya saja yang dapat mengendalikan obsesi mereka untuk menjadi pembalap profesional tingkat dunia.
Oke, selanjutnya setelah pembalap F1 saling merebutkan posisi terbaik tingkat dunia, maka tidak lama kemudian muncullah kumpulan pelajar kritis yang sepertinya bercita-cita menjadi detektif di masa depan nanti.
Memang kenapa mbak'e??
Cerita berawal dari 3 pelajar wanita yang sepertinya baru saja pulang sekolah, dan berada dalam 1 angkutan umum bersama saya dan adik saya. Sepanjang jalan, entah bagaimana ceritanya padahal saya tidak memperhatikan mereka bicara, namun lama-lama saya mengerti topik pembicaraan mereka.
Kritis dan fantastis pastinya saudara-saudara..

Memang cerita apaan mbak???
Inilah yang mau saya bahas pada topik kita tentang "We proud our BADNESS".
Bahasa Inggris saya memang tergolong kelas barbar dan disini bukan saya tidak cinta dengan bahasa Indonesia, namun perlu diketahui tujuan saya menulis blog berjudul bahasa asing dengan tujuan suatu hari nanti jika ada orang asing yang menemukan judul blog ini, maka mereka yang penasaran atau bisa berbahasa Indonesia akan melihat sharing dari saya.
Oh niat lo mau eksis mbak???
Ohh jelas keinginan populer itu pasti ada kok, tetapi tujuan utama saya bukan itu kok, tenang saja hahaaha..
Tujuannya supaya saya bisa semakin terampil dalam menulis dan berkata-kata saja.
Next time kita bahas soal mengapa saya suka judul dengan bahasa asing :3

Oke lanjut ceritanya..
Sebetulnya, apa sih yang mereka ceritakan di dalam angkutan umum?
Ya beginilah ceritanya..
Awalnya saya tidak memperhatikan, walau memang saya mendengar sedikit mereka sedang berbincang-bincang dengan serunya, hingga pada saat macet melanda kota Jakarta yang indah ini, saya mulai memperhatikan apa bahasan mereka sampai begitu serunya.
Salah satu dari mereka berbicara soal teman sekolahnya sambil membawa suku, bukan SARA, kira-kira seperti ini bahasannya "Iya sih, emang kalo suku ************** punya kebiasaan gitu makanya dia jadi gitu orangnya".
Setelah saya mendengar lebih lanjut, ternyata mereka sedang kritis membahas teman sekolahnya yang tidak mendapat perhatian dari  orang tuanya sehingga membuat temannya itu memiliki sikap aneh dan kasar saat berada di lingkungan sekolah.
Menurut saya, namanya anak-anak ABG membahas tentang teman sekolah dan bergosip ria itu suatu hal yang sangat biasa, karena memang saat itulah dimana umur kita menerima banyak panutan, keingintahuan, dan perasaan ingin diakui oleh masyarakat.
Tetapi, semakin didengar diskusi mereka, semakin miris sepertinya.
Salah satu dari mereka mulai membahas tentang kesamaan temannya itu dengan keluarganya, dimana dia dengan suara keras dan lantang berkata "bapak gue juga gitu tuh kawin lagi dia".
Wah, apa saya perlu berkata "luar biasa" untuk kamu dek???
Herannya, dia membahas tentang kejelekan bapak kandungnya dengan tertawa lebar dan terlihat perasaan tidak bersalah, entah senang atau terlalu dendam. Yahhhh... whatever~
Dia berkata lagi "gue sih ga pernah komplen bapak gue gitu, secara kan gue masih butuh duitnya, ya suka-suka dia aja, ntar kalo ga dibolehin kawin terus di stroke, kan gue gabisa lanjutin sekolah lagi"
Tidak lama, dia berkata lagi "gue kalo uda selesai sekolah masa bodo sama dia, biar mampus aja tuh bapak gue"
Astagaaaa~ neng ini di angkot neng, inget tempat neng tempat umum //,\\
Akhirnya setelah salah satu mereka bicara soal keburukan bapak kandungnya, mulailah teman lainnya berbicara, kira-kira beginilah bahasannya:
"Ah emak gue juga udah pisah sama bapak gue. Yaudah gue sih santai emang gue butuh apa duit si tua bangka itu? Masih ada kok emak gue"
Dan yang satunya menanggapi "untung ya di keluarga gue aman-aman aja"
Hingga tiba saatnya, mereka pun turun dari angkutan umum dengan menutup rapat pleno mereka sambil berkata "Ternyata di kelas kita banyak yah yang ga jelas gini keluarganya"

Saat mereka turun angkutan, yang saya pikirkan cuma satu hal "Mengapa mereka begitu bangganya berbicara di depan umum tentang keburukan keluarga dan orangtua mereka?"
Masalah bukanlah hal yang harus dibanggakan dan diinfokan ke semua orang yang tidak mengenal kita.
Masalah adalah suatu hal yang dimiliki masing-masing manusia, dan manusia diharapkan bisa mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Memang ada bagusnya kita melakukan sharing, namun perlu diketahui, yang namanya sharing itu hanyalah bisa dilakukan terhadap orang-orang tertentu seperti orang terdekat kita, psikolog, atau mereka yang terbiasa dipercaya menjadi pendengar curahan hati.
Jika ada masalah yang bisa dibanggakan dengan alasan dengan masalah itu kita mendapat suatu hal positif, mungkin tidak ada salahnya untuk berbangga dan bercerita kepada lingkungan umum.
Bagaimana jika masalah tersebut hanya dapat membuat orang lain untuk merespon negatif atau rasa kasihan?
Apalagi masalah keluarga yang menurut saya bukanlah hal yang tepat untuk dibicarakan di lingkungan umum atau media sosial.

Artis/aktor kok boleh kak ngobrolin soal keluarganya?
Mereka adalah public figure dimana mereka akan selalu disorot oleh media massa baik kebaikan dan keburukannya sekalipun mereka merahasiakan semuanya.
Sedikit kutipan yang baru-baru ini saya temukan di media sosial seperti "orang frontal" dan "flamer" atau apapun itu namanya.
Terkadang, di usia yang sedang mencari banyak sekali pengalaman dan pelajaran hidup, akan sulit bagi kita untuk menempatkan diri dengan tepat dimana kita harus bersuara atau mendengar.
Itulah yang membuat Tuhan kita memberikan 1 mulut dan 2 telinga.
Lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara, bukan berarti kita hanya bisa berdiam diri tanpa alasan sambil berjongkok di pojokan dengan efek-efek suram seperti dalam anime.
Ada banyak hal yang penting kita bicarakan, namun ada banyak hal pula yang sama sekali tidak penting untuk kita frontalkan, karena dunia ini tidak membutuhkan diskusi yang hanya berputar di tempat tanpa penyelesaian masalah. Dunia ini membutuhkan solusi dan penyelesaian suatu debat dan masalah.

Jangan pernah membanggakan apa yang buruk dari dirimu atau orang-orang terdekatmu. Apapun alasannya baik itu untuk suatu pembalasan dendam, pengejekan, keputusasaan yang tidak berujung, atau belum adanya solusi untuk hal buruk tersebut, tidaklah baik untuk membawanya menjadi sesuatu yang membuat kita tertawa dan bangga.
Umur memanglah salah satu faktor untuk melihat kita bertumbuh dewasa, namun hanya secara fisik saja.
Umur tidak pernah memastikan apakah watak dan sikap seseorang akan dipastikan dewasa seperti perubahan pada fisiknya.

Biarlah kita menjadi orang yang dewasa secara umur dan perilaku, dimana kita dapat membedakan apa yang harus kita banggakan dan pikirkan, apa yang harus kita jaga dan beritahukan, apa yang harus kita frontalkan dan perhatikan/dengarkan.

Semoga share dari saya hari ini berguna buat pembaca. Jika ada kata atau kalimat yang menyinggung, tidak berbobot, dan salah dalam penulisan baik sengaja maupun tidak, saya mohon maaf.
Terimakasih. GBU :)

Selasa, 05 Februari 2013

Espaguetis

Halo pemirsa yang berada di dunia sana, topik kita hari ini mungkin sedikit membawa lapar, khususnya buat saya sendiri yang memang sedang lapar meratapi nasib dan membayangkan Espaguetis alias Spaghetti!!
Spaghetti Bolognese
Tarrrraaaaa~!! Ada yang belum pernah lihat atau makan spaghetti? Yuk silahkan dipandangi dan dibayangkan betapa nikmat dan menyenangkannya memakan spaghetti~ yummy :3
Pengalaman hidup saya dengan si makanan spaghetti ini cukup banyak, namun jujurnya saya baru menyukai spaghetti setelah saya SMA.
Why??? Kenapa cc??
Entah kenapa ya saya juga bingung hahahaa... Saat masih kecil, tepatnya sebelum menduduki bangku SMA, makanan yang disebut spaghetti ini adalah makanan yang membuat mual baik secara visual dan penciuman.
Baunya sangat aneh dan benar-benar tidak ada toleransi apalagi alasan untuk memakan pasta tersebut.
Mungkin lebih aneh lagi ketika orang menawarkan saya sepiring spaghetti mahal, dan saya hanya menjawab satu kata singkat "Hiii~" atau "Hoeekk~".
Terus kenapa sekarang suka spaghetti mbak?
Awalnya karena melihat teman-teman yang asik memakan spaghetti dengan mata berbinar-binar seperti tidak makan apa-apa selama setahun *busung lapar dong mbak~*
Inilah namanya tertarik dari penglihatan atau visual yang berasal dari wajah-wajah pemakan spaghetti, sehingga saya dengan segala jerih payah belajar mengenal rasa spaghetti.
Pertama kali saya memakan spaghetti, perasaan berkata "Ada makanan aneh di mulut gue aaaaa~ Kunyah ga ya kunyah ga yaaa..."
Yang namanya makanan terlalu lama tertimbun di mulut apapun rasanya akan berubah menjadi sesuatu yang membuat mual baik dari mulut maupun sugesti. Spaghetti terpendam di mulut saya, dan alhasil saya berhasil menelannya dengan seribu bahasa pemujaan "wawewowaweeeekkk~hoeekk~ eeekkookkkeeekkk"
Pesimis akan spaghetti mulai datang. Ternyata memang saya ditakdirkan untuk menelan spaghetti, apapun alasannya~ *lebai lo mbak, udah kaya mau nelen racun aja lo*
Hari selanjutnya, saya terpaksa menemani orangtua untuk makan spaghetti *oogghhh nooo~!!*
Tetapi hari itu ada yang beda, karena saya melihat orangtua mengambil spaghetti dan dibagi dua ke piring saya dengan alasan "sini bagi dua ya sama mama"
Mulailah saya memakan lagi makanan super bau ini. Dan, alhasil....
"Enaaaakkkk~"
Ternyata jika kita memakan tanpa bersugesti dulu sebelum mencobanya, maka rasa makanan yang kita makan belum tentu tidak enak. Biasanya untuk kebiasaan takut mengunyah dan membiarkan makanan dalam mulut duduk manis dalam waktu lama sambil bersugesti negatif, makanan itu memang menjadi sangat tidak enak dan bermusuhan dengan kita.
Sejak saat itu saya menyukai spaghetti dan hingga sekarang saya memasak spaghetti sendiri di rumah.
Nah, saya mau share resep spaghetti sederhana yang biasa saya buat di rumah. Resep ini tidak expert atau kelas internasional, sederhana dan biasa ditemui dimana saja.

Resep Spaghetti Bolognese sederhana <3
Bahan:
Spaghetti secukupnya (biasa saya pakai 1/3 dari kantong spaghetti standar)
Daging sapi cincang 1-2 ons
Bawang Bombay 1/3 dari bundarannya, potong kecil/iris
Saos Tomat 5-6 sendok makan (jika mau ditambah/ dikurangi boleh saja)
Garam secukupnya
Bawang putih 2 siung (jika diulek) / 3 sendok makan bubuk bawang putih
Merica 5 butir (jika diulek) / 1 sendok makan lada putih bubuk
Keju balok/batangan
Minyak goreng/ Mentega secukupnya
Daun origano kering 2 sendok makan
Daun peterseli 1 sendok teh (ukuran panjangnya)

Untuk spaghetti:
Rebus spaghetti hingga empuk dan tiriskan. Setelah ditiris, taruh di piring sambil menunggu saos spaghetti dimasak.

Cara membuat saos spaghetti:
1. Masukkan minyak goreng atau mentega ke dalam wajan/ penggorengan hingga minyak panas/ mentega meleleh seluruhnya
2. Masukkan ulekan bawang putih/ bubuk bawang putih, ulekan merica/bubuk lada putih, dan garam ke dalam wajan. Penggunaan garam khusus yang memakai mentega untuk menggoreng harus lebih sedikit, dan untuk menjaga rasa agar tidak keasinan, masukkan 1/2 sendok teh garam.
3. Masukkan daging dan goreng hingga seluruhnya matang (coklat muda warnanya)
4. Masukkan bawang bombay dan bersama daging sampai rata
5. Masukkan saos tomat dan aduk bersama daging hingga merata, cicipi sedikit apakah rasanya sudah pas, jika belum dapat menambahkan garam atau saos tomat secukupnya
6. Taburkan daun origano kering ke dalam wajan dan aduk bersama daging yang telah tercampur dengan saos tomat
7. Siram saos spaghetti yang sudah jadi ke atas spaghetti yang sudah ditiriskan.
8. Parut keju balok dan taburkan keatas spaghetti
9. Letakkan dengan rapi daun peterseli diatas spaghetti atau di sekitar piring sebagai hiasan.

Silahkan mencoba ^^



Minggu, 03 Februari 2013

Your angry can make your world cries

Hari ini tepat dengan tanggal 3 Februari 2013, tepat pada pukul 23.30 saya menulis blog ini.
Hari yang biasa-biasa saja, dan spesial seperti hari-hari biasanya.
Spesial gimana kak?
Hari adalah waktu yang diberikan Tuhan secara spesial untuk kita kan?
Topik hari ini bukan membahas tentang hari, spesial, atau bulan Februari, atau pukul 23.30
Sesuai judulnya saja "Your angry can make your world cries", kemarahanmu dapat membuat duniamu menangis.
Well, hari ini adalah hari yang super fantastis buat saya untuk urusan atur napas atur emosi.
Pagi sampai malam, tidak ada emosi yang terlewat sejengkal pun, dan puncak acara dimana sore hari yang cukup letih, penuh pengorbanan, dan lagi-lagi kesabaran menjadi bahan ujian nasional.

Tidak hari ini saja sebetulnya...

Kemarin secara kebetulan atau memang takdir, dan kebetulan juga saya tidak terlalu percaya akan adanya takdir, dimana saya melihat feed facebook yang banyak memposting segala emosi manusia.
Saat itu secara kebetulan juga saya sedang sibuk bermain santai game facebook tanam menanam, untuk refreshing karena terlalu banyak membaca buku-buku sakti demi bekal di masa depan.
Melihat feed facebook yang secara bergantian tentang masing-masing emosi manusia, saya hanya dapat berkata "wonderful day" dengan senyuman sinis dan pikiran yang bombastis "facebook bukan diary masbro, emang lo ga malu apa masalah lo diliat publik? atau menurut lo bisa eksis kalo marah-marah ga karuan di facebook? atau lo butuh dukungan? atau lo emang ga pernah punya dukungan? atau lo minta belas kasihan para pemirsa seperti layaknya reality show? kenapa lo ga ikut reality show aja daripada malu-maluin diri lo di facebook?"
Wah pikiran jahat memang banyak saat melihat postingan penuh emosi di facebook, dan namanya manusia pasti suka lepas kendali seperti saya dalam hal berpikir demikian, dan para facebooker yang tidak bosan-bosannya melampiaskan emosi bombastisnya ke dalam status facebook.
So..
Kalau sudah emosi, apakah selamanya mau terus begitu?
Atau dengan melampiaskan segala emosi hari ini untuk bekal di hari esok dan masa depan seperti dendam sampai mati, pertengkaran sampai tumpah darah, atau permusuhan sampai beranak cucu?
Ada banyak hal yang bisa dimaklumi dari sikap manusia yang sedang emosi, namum terkadang emosi itu membutakan mata kita untuk berpikir realistis.
Emosi yang membara akan mebuat fantasi negatif pada pikiran kita sendiri dimana tubuh dan jiwa kita bukanlah dikendalikan oleh diri kita, namun dikendalikan oleh hawa nafsu.
Hawa nafsu kak? Emang mau perkosa orang?
Hawa nafsu yang saya maksud adalah emosi itu sendiri. Emosi membutakan mata luar dan mata hati kita. Emosi juga menghentikan kita untuk berpikir mencari solusi, dan memberikan jalan ke arah negatif seperti dendam, permusuhan, iri hati, bahkan fatalnya ada yang sampai bisa melakukan pembunuhan.

Marilah kita belajar untuk mencari antisipasi dalam menangani emosi..
Bagaimana caranya?
Mungkin secara medis atau umum, dimana kita harus menarik nafas panjang, duduk tenang, mencari tempat tenang tanpa hiruk pikuk, atau bahkan ada yang memakan coklat, dimana coklat menjadi makanan yang melegakan saat sedang kacau balau.
Cara yang seperti saya sebutkan tadi itu memang benar, dan terbukti sekali kebenarannya dengan melihat kehidupan sehari-hari saja.
Tetapi, apakah kita benar-benar menghentikan efek samping emosi tersebut, atau hanya menenangkannya sementara saja?
Sebut saja namanya dendam. Memang sulit untuk membahas kata dendam ini, dibilang dosa ya dosa, namun masih banyak orang yang tidak perduli tentang dosa untuk urusan yang disebut dendam.

Sedikit kisah yang akan saya share hari ini, dimana saya kecewa dan marah besar karena merasa tidak direspeki usaha saya untuk menghadiri acara kumpul-kumpul bersama.
Emosi yang berlebihan membuat saya berpikir negatif, sehingga saya sulit memaafkan orang lain untuk beberapa jam sebelum saya menulis blog ini.
Emosi ini membuat saya letih secara lahir dan batin, ditambah lagi dengan jalanan macet di Jakarta dan cuaca yang sebentar panas sebentar lembab, sehingga seperti menghadapi neraka di depan mata, atau lokasi pembakaran mayat dimana kita bisa sepuasnya membakar mayat itu sampai habis menjadi abu.
Saat teduh..
Itulah yang saya lakukan untuk waktu yang sempit dimana terlalu banyak waktu untuk mengikuti semangat si emosi ini. Saat teduh dalam kepercayaan saya, adalah dimana kita meneduhkan hati dan pikiran kita secara total, dan mengarahkan seluruh jiwa dan raga kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Saat teduh dapat membuat kita lebih terkendali karena adanya iman, dan melepaskan perlahan hawa nafsu dan emosi kita.
Ada baiknya jika ini dipraktekkan kepada kalian yang saat ini mungkin belum bisa mengendalikan emosi, atau masih dendam terhadap sesuatu hanya karena urusan sepele atau berat.

Bagi yang urusannya sepele seperti bertengkar dengan orang lain karena urusan cinta (dalam arti hanya mencari titik permusuhan bukan solusi), atau sakit hati karena candaan dan guyonan, atau marah karena merasa tidak direspeki, atau lainnya dalam arti sepele dimana urusan itu hanya menyakiti tubuh kalian jika terus emosi tanpa adanya keuntungan apapun, lebih baik lakukanlah saat teduh ini.
Tidak berbicara soal agama, ras ataupun lainnya, saat teduh ini bisa digunakan oleh semua orang, semua agama, dan semua kepercayaan, dengan menujukan jiwa raga kepada Tuhan yang kita percayai masing-masing.
Pikirkanlah tentang betapa sakitnya tubuh dan jiwamu, betapa perihnya duniamu sehingga dia hanya dapat menangis karena siksaan emosimu sendiri yang cepat lambat menelan kesadaran dan jiwamu.
Jika memang tidak ada untungnya melampiaskan emosi yang berlebihan, mengapa kita mau bersusah payah dan berletih penuh duka untuk mengikuti emosi kita?
Jika memang tidak ada solusi dengan cara mengeluarkan emosi berlebihan, mengapa kita rela mengorbankan diri kita untuk mengikuti emosi kita?

Bagi yang urusannya berat, seperti ada keluarga yang disakiti, dibunuh, atau sikap yang tidak berperi kemanusiaan dan diluar norma masyarakat, marilah kita belajar untuk memaafkan.
"Eh gampang bener lo bilang memaafkan secara lo cuma penulis omong kosong yang ga pernah ngerasain penderitaan sekeras itu kan?"
Yaa, saya memang seorang penulis saja di blog ini, dan saya pun mungkin tidak mengerti sesulit apa kehidupan kalian untuk mengatasi dendam dan emosi itu.
Tetapi disini saya ingin memberikan masukan, yang siapa tahu bisa membantu, dan jika tidak, anggaplah saja ini sebagai tulisan omong kosong, sehingga maafkan saya yang hanya bisa menulis saja.
Memaafkan adalah suatu sikap yang sulit dan paling sulit untuk dilakukan, namun mudah untuk dikatakan.
Setiap orang bisa berkata "maafkan saya" atau "saya maafkan", padahal belum tentu isi hati berucap maaf, atau memaafkan orang lain.
Untuk topik memaafkan, mohon maaf tidak saya bahas disini, karena sudah saya posting di awal blog ini saya buat.
Boleh cekidot :)
http://rinadventchan.blogspot.com/2011/12/about-forgiveness-tentang-mengampuni.html

Buat para aktivis dunia maya baik para facebookers, tweet, bloggers, gamers, dan lainnya..
Ingat bahwa dunia maya adalah majalah publik yang setiap hari diupdate untuk dilihat oleh mata masyarakat luas.
Ada baiknya jika emosi dan amarah itu tidak terlalu sering dilampiaskan ke dalam dunia maya, apalagi jika karena suatu masalah yang hanya dilihat sepihak atau belum jelas titik benar dan salahnya.
Terkadang postingan itu bukanlah memberikan kita suatu dukungan atau saran manis dari ketikan para pemirsa yang membaca.
Ada pro, ada kontra. Saat kontra berbicara, maka postingan kalian bisa saja menjadi ajang ribut sedunia atau cikal bakal permusuhan dimana yang tidak menyukai anda akan berbicara secara blak-blakan atau langsung membawa anda ke pihak yang berwajib.
Kita boleh bicara soal kebenaran, namun apa yang kita anggap benar, belum tentu semua orang merasa pendapat itu benar. Sekalipun memang itu "benar", belum tentu semua orang mendukung, bahkan malah dapat menjadi senjata makan tuan bagi diri kita masing-masing.

Biarlah emosi kita berbicara sesaat saja, bukan menjadi vokal utama dalam hidup kita.
Segala sesuatu yang mengalir tenang akan jauh lebih baik, daripada sesuatu yang tertumpah berlebihan sehingga menimbulkan bendungan atau banjir permusuhan.

Sekian tulisan dari saya. Terimakasih bagi pembaca yang sudah rela meluangkan waktu untuk membaca blog saya, dan mohon maaf apabila ada kata-kata, kalimat yang mengejek atau tidak pantas atau membuat sakit hati, karena ketidak sengajaan penulis.
Tentunya saya menerima kritik dan saran dari kalian semua. GBU :)

Masukan yang membangun dari Ryan Hutomo
Saat kita susah dan terpuruk, kita sering bertanya "kenapa harus kita yang terpuruk?"
Namun saat kita senang, pernahkan kita bertanya "kenapa harus kita yang senang?"

*Kadang, emosi dan amarah membuat kita merasa puas dan senang, serasa membalaskan dendam dan memusnahkan musuh-musuh kita. Namun, apakah kita pernah berpikir mengapa kita senang dengan hal yang   menyulitkan orang lain? Sedangkan saat kita terpuruk, kita hanya dapat bertanya, "kenapa harus saya?" dan "kenapa harus mereka yang senang?" atau "kenapa tidak ada yang mengerti saya?"
Sesekali marilah kita berpikir tentang diri kita jika berada di posisi orang yang menjadi pelampiasan emosi kita. "Jika saya jadi dia, apakah saya akan senang? Apakah saya akan terima keadaan? Ataukah memang saya hanya mental yang lemah hanya bisa bermulut kejam namun tidak tahan banting ketika pembalasan itu datang?"

Jumat, 01 Februari 2013

Chivalry

Chivalry atau diartikan menjadi "kesopanan" dan "keksatrian" yang akan saya bahas hari ini tidak mengintip dari cara pandang saya dalam berpikir. Sekedar sharing dengan memberikan kisah seseorang yang menurut saya, cukup memenuhi kata "Chivalry" ini
Begini ceritanya... *creepy sound*

Kisah seseorang, sebut saja namanya Ed, adalah orang yang "welcome" dengan semua manusia jenis apapun di dunia ini, menurut saya yaa..
Dia menjalani hari dengan kuliah, bermain game, beribadah, berkumpul bersama teman-teman, dan memiliki kepribadian pendiam, tidak banyak bicara.
Pukul 5 pagi biasanya Ed sudah membuka matanya untuk melihat dunia, dan segera melakukan aktivitas yang menjadi rutinitasnya sehari-hari.
Suatu hari Ed mengenal sosok wanita yang dipenuhi dengan dendam dan emosi yang tidak bisa dikendalikan.
Hari itu juga Ed bersikap seperti biasanya untuk selalu ramah kepada orang yang baru dikenalnya.
Wanita yang emosi itu memiliki tingkat kesombongan kelas menengah, dimana dia merasa tidak pernah melihat apalagi mendengar nama Ed.
Namun, semua berubah setelah perkenalan dengan Ed terjadi begitu saja. Perlahan setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita tersebut menjadi sebuah cerita tentang bagaimana resah dan kesulitan hidupnya saat itu.
Wanita itu bisa melampiaskan segala emosinya kepada Ed dengan marah, kesal, dan bercerita sampai semua emosi terkuak dari hatinya, hingga suatu hari kenyamanan itu terasa diantara Ed dan wanita tersebut.
Well, love is sacrifice, itulah yang menjadi kebimbangan diantara 2 insan.
Perbedaan dan tekanan dimana tidak bisanya terjadi suatu hubungan. Namun, ternyata relasi itu bisa menjadi nyata, dimana Ed dan wanita tersebut bisa saling mencintai satu sama lain.
Memang sampai saat ini belum dipahami mengapa mereka bisa membuat suatu relasi dan entah apakah Ed memang mencintai wanita itu dengan yakin atau tidak.
Tetapi satu hal yang pasti, sikap wanita itu menjadi banyak berubah lebih baik dari sebelumnya.
Emosi yang selalu membakar hati wanita tersebut selalu tersiram dengan kenyamanan bersama Ed.
Ed selalu mau mengakui segala kesalahan dan kebenaran, dan tidak pernah terpikat dengan kata-kata orang yang menjelekkan orang lain.
How about his "chivalry"?
Sikap keksatriannya itu adalah dimana Ed bisa menenangkan perasaan orang lain, bisa memberi semangat yang positif, dan berani mengakui kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Nilai kejujurannya gimana kak?
Nilai kejujuran untuk Ed, mungkin cukup baik, dan semoga akan selalu terus menjadi orang yang jujur dalam setiap langkah di kehidupannya.

Kamis, 14 Juni 2012

Draw your dream

"Draw your dream", terlintas sejenak di pikiran saya tentang kalimat singkat yang membuat malam suntuk ini sedikit santai dan penuh inspirasi.
Bicara soal "dream" atau "mimpi", semua manusia pasti pernah bermimpi, berharap, dan bercita-cita.
Banyak juga yang memiliki ambisi untuk melukiskan mimpi dan cita-citanya dengan segera.
Namun, apakah yang terjadi jika segala sesuatu yang kita rencanakan dan impikan tidak berhasil diwujudkan di dunia nyata atau terwujud untuk menyulitkan diri kita sendiri?

Bahasanya berat kak...

Namanya blog ya harus kreatif dikit lah ya, masa bahasa berat aja protes~
Sebenarnya, tidak banyak yang ingin saya sampaikan untuk session cek dan ricek malam ini.
Saya hanya ingin memberi suatu pandangan yang pastinya berasal dari dasar pemikiran saya.
Pede banget lo cuy!
Selama ini positif, tidak ada yang melarang untuk pede sesekali saja.

Mimpi..
Titik.
Loh? Maksud lo?

Ya, jadi seperti yang saya katakan tadi, setiap orang pernah bermimpi, berharap dan bercita-cita.
Lalu bagaimana jika yang kita harapkan dan impikan itu tidak berhasil diwujudkan secara nyata?
Untuk kaum yang ambisius, penuh kobaran semangat yang membakar seluruh kampung dan sawah-sawahnya, pastinya mereka frustasi.
Ya iyalah mbak, kaya ginian gue juga tau kalee.. Basi!!!

Jangan senang dulu, saya baru mau memulai pembahasan.
Terkadang frustasi itu menjadi suatu alasan kita untuk terus maju, atau sebaliknya, mundur secara teratur sampai mentok. Refleksi sedikit, saat frustasi ada saatnya pikiran dan hawa nafsu perang kita tidak terkendali, semua masukan dan nasihat terlihat munafik, dan segala sesuatu baik yang kelihatan maupun tidak terasa menyebalkan. Sesekali marilah kita mulai belajar meredakan si frustasi ini dengan melakukan hal-hal positif seperti minum coklat hangat, menggunakan aroma terapi saat mandi, berolahraga ringan, dan berbagai cara nyaman sesuai dengan keinginan kita.
Setelah frustasi mulai mereda, marilah kita berpikir hal yang paling simple dalam hidup kita.
Tentang kebahagiaan. Sesekali kita pun harus bisa membahagiakan pikiran kita setelah beratus-ratus tahun lamanya hidup untuk memikirkan hal-hal penting dan sepele.
Banyak momen indah dalam hidup kita secara sadar ataupun tidak, yang telah membentuk dan membuka jalan hidup kita sampai saat ini, dan memikirkan momen indah ini adalah suatu kegiatan yang melegakan perasaan kita sendiri, menurut saya ya...

Selanjutnya, marilah kita berpikir tentang suatu realita yang berhubungan dengan frustasi sekaligus kegagalan kita mewujudkan suatu cita-cita, mimpi, dan harapan.
Terkadang manusia tidak memahami seberapa besar kemampuan dan daya juang yang dia miliki selama hidup. Memang ada sebagian yang memiliki talenta untuk jenius dalam suatu bidang, namun cita-cita bukanlah suatu hal yang mutlak berasal dari talenta.

Dahulu, ada yang pernah berkata kepada saya, entah siapa, saya lupa..
Lo aja lupa, apalagi gue yang baca mbak!!!
Dulu pernah ada yang berkata tentang talenta kepada saya.
Ya, memang talenta itu sebagai pendukung kesuksesan, namun terkadang talenta yang diberikan Tuhan kepada kita tidak sejalan dengan apa yang kita cita-citakan.
Lagi-lagi manusia frustasi soal talenta yang tidak sejalan dengan impian, padahal jika kita dapat berpikir lebih tenang, sebetulnya talenta bisa dikembangkan untuk menuju kesuksesan yang tidak pernah kita bayangkan.
Manusia yang terlalu terobsesi terhadap sesuatu memanglah ada baiknya, namun pastinya juga mempunya sisi buruk.
Talenta adalah modal yang diberikan Tuhan kepada manusia. Setiap manusia memiliki keunikan dan kelebihan, maka marilah kita menghargai apa yang telah diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita.
Janganlah disesali ataupun dikubur, karena percaya atau tidak, segala sesuatu yang diberikan Tuhan adalah baik, dan semakin menjadi baik dan berguna jika kita menjaga sekaligus mengasahnya.

Lalu, bagaimana jika talenta itu tidak sejalan dengan cita-cita kita?
Mungkin ada baiknya tema kita pada session hari ini adalah "Talenta"
Yang tidak sejalan bukan berarti yang tidak baik. Jika kita mempunyai cita-cita diluar talenta kita, maka kita masih mempunyai banyak harapan untuk mewujudkannya, walaupun banyak rintangan dan godaan.
Kita dapat berusaha untuk mewujudkan sesuatu yang positif dengan selalu berpikir positif, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memiliki daya juang yang mendukung.

Terkadang manusia memiliki banyak cita-cita, memiliki talenta yang sejalan dengan cita-citanya, namun tetap saja merasa tidak percaya diri atau selalu mengulang kesalahan yang sama.
Apa masalahnya?
Inilah yang akan disebut dengan mengukur daya juang.
Tidak ada hal yang bisa dilewati dengan sangat mudah di dunia ini tanpa adanya daya juang yang sepadan dengan cita-cita kita.
Saat kita mengetahui cara mencari ilmu di sekolah, mengetahui cara belajar dan berpikir rasional, disanalah juga kita mengasah daya juang kita, dimana adanya semangat, motivasi, dan kemampuan.
Daya juang yang murni adalah berasal dari motivasi dari diri kita sendiri untuk memahami dan mengejar sesuatu. Dengan melihat daya juang kita sendiri, kita dapat mengetahui apakah kita mampu untuk mengejar impian itu, atau tidak.

Bagaimana jika daya juang yang tinggi namun masih belum berhasil?
Memang talenta dan daya juang adalah bagian-bagian yang mendukung kita untuk meraih sesuatu, salah satunya cita-cita.
Namun tidaklah menjadi kepastian dan hal yang mutlak untuk kata "pasti sukses" dan "pasti berhasil".
Itulah sebabnya, kita sebagai pribadi yang belajar tentang kehidupan ini diharapkan untuk selalu mengenal dan memahami diri kita.
Dan janganlah putus asa akan suatu hal yang tidak tercapai, karena sebetulnya masih ada jalan yang baik di depan mata kita, namun belum terlihat oleh mata dan hati kita, karena frustasi, ambisi, dan obsesi impian lama belum ditinggalkan.

Bagi mereka yang memiliki semangat dan daya juang rendah untuk sukses, berhati-hatilah.
Bukan karena tidak dianugrahi talenta oleh Tuhan, namun mereka tidak bisa menjadi pribadi yang dewasa.
Mengapa demikian?
Pribadi yang dewasa adalah pribadi dengan segala tanggung jawab yang berasal dari diri sendiri untuk kewajiban dan hak selama hidup berlangsung.
Jika kita tidak bisa memperjuangkan masa depan kita sendiri dengan cara yang positif, tidak bisa memiliki daya juang untuk maju, maka dari situlah kita mulai menanggalkan segala kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai manusia yang hidup.
Begitu pula talenta, yang tidak diasah dan dijaga, akan menjadi sia-sia dan punah suatu hari nanti.

Jika kita ingin melukiskan mimpi kita dalam kanvas kehidupan, maka kita harus yakin akan segala resiko dan pengorbanan yang akan kita hadapi dengan talenta sebagai sarananya, daya juang untuk mendukungnya, dan tangan Tuhan sebagai penopangnya.
Jika kita tidak memiliki semangat dan motivasi untuk mencapai impian kita sendiri, anggaplah kita sedang melukis diatas kanvas pikiran kita, untuk selalu dilamunkan atau sebagai bahan pikiran untuk berandai-andai.


Cukup sekian share dari saya. Bahasa memang berantakan, dan jika ada kata yang salah marilah kita revisi bersama lewat komentar yang tersedia di kolom bawah.
Sekali lagi, blog ini adalah sharing dari pengalaman pribadi beserta masukan dan nasihat yang saya terima ketika melukiskan impian saya :)

God Bless..



Selasa, 29 Mei 2012

See..

Sejenak teringat beberapa orang dan hal-hal diluar ingatan tentang pengalaman saya dalam percintaan..
Kalau dipikir dalam-dalam, yang ada galau, ya memang tidak semuanya membuat galau.
Bagaimana kalau kita menilai dengan logika? "Cinta ini kadang-kadang tak ada logika" ya kata Mbak Agnes Monica sih gitu..
Tapi baidewei eniwei baswei, penulis pun bingung mau berkata-kata apa sebagai pembukaan ceramahnya kali ini. Jadi langsung saja ya.. Hari ini sekilas saja keinginan hati ingin membahas dan memperkenalkan orang-orang yang sempat menjadi bagian penting dalam hidup saya.
Untuk mereka yang termasuk orangtua, sahabat, teman-teman, atau wujud-wujud lainnya, akan dibahas dipostingan berikutnya.

Abdullah Rahady Said
Jaman batunya acara jejepangan, tersebutlah nama ini didalam sebuah KTP. Loh??!! wtf maksud lo??
Begini saudara-saudara, acara Jepang identik dengan sesuatu yang unik seperti penggunaan nick atau nama jejepangan yang menjadi asesoris pemanis untuk bergaul didalamnya.
Secara kebetulan atau tidak, tapi tidak ada contekan atau mengintip nama orang lain, nick atau nama saya di acara jejepangan adalah Rin Advent. Okee.. ga penting. Yang saya mau bahas adalah, siapa sih orang yang namanya Abdul abdul ini?
Tersebutlah namanya di acara Jepang adalah Keimi Nezumi. Dahulu sebelum jaman reformasi, dimana bung karno sedang mendaki gunung mencari kemerdekaan, Keimi adalah pengurus salah satu komunitas penampungan mahluk-mahluk jepang bernama Blackrose (Kuroi Bara). Terus apa hubungannya sama gue ya?
Jelas ada. Alkisah saya yang masih parno sama komunitas jepang ini gabung sama Blackrose, dan ya hanya cukup mengisi pulsa ponsel saya saja, saya bisa dekat dengan salah satu pengurus Blackrose ini.
Alkisah, kita jadian macam bocah ababil yang setelah jadian ga pernah ketemu, sekalinya ketemu udah ada kasus. Kasus apa masbro? Doi selingkuh! Ya biasa banget yaa.. Tapi no problemoo.. Kita kayanya emang cuma sekedar iseng daripada ga ada. Anehnya juga, kita ketemu baru 1x, dan jadian lewat sms setelah itu ga ketemu sebulan, dan ketemu lagi di J-event Universitas Paramadina, dimana doi kayanya udah ada gandengan baru. Lucu tapi seru wkwkwkwk...

Cakra Satria Putra
Yang satu ini adalah teman si abdul.. aduh keimi aja deh bilangnya, abdul kaya manggil jin aja..
Cakra ini memiliki nick jejepangan yaitu Hakuryu Kitamura. Aduh gila cak, nama lo emang legendaris banget susah dibaca dan diingat tapi gue masih ingat loh..
Alkisah setelah seminggu putus dengan Keimi, saya dekat dengan si Cakra ini. Gimana ceritanya mbak?
Ya simpel aja sih, berhubung nomor 3 saat itu lagi terkenal murah dan bisa sms gratis ke semua umat manusia sampai ke dunia lain, jadi ya lagi-lagi semua berasal dari sms. Awalnya sih yaa iseng..
Tapi ya lama-lama dan lagi-lagi kebiasaan buruk anak SMA itu muncul, yaa daripada ga ada....
Ceritanya, si Cakra ini juga pengurus Blackrose, tapi dari semua pengurus Blackrose, ni bocah satu emang paling misterius keberadaannya, karena tidak pernah terlihat dalam acara jejepangan manapun.
Entah memang ada atau tidak ada ya ga jelas, tapi kok bisa sms-an ya? berarti emang ada orangnya..
Alkisah kita tidak pernah bertemu, namun berkenalan di sms, sampai tanggal 16 Februari tahuuun....
Hmmm tahun berapa yaa... ah lupa, ya seinget saya 2 hari setelah Valentine, kita ketemuan di Blok M Plaza.
What? Blok M Plaza? Please deh kakak... Yaudah sih jaman gue mah itu masih banyak abege labil yang pada kesana, beda sama skarang coy...
Kita ketemuan di mekdi (Mc Donald). Hoo ternyata begini bentuknya si Cakra itu. Ya singkat kata aja sih, rumahnya yang jauh di pedalaman Cinere dekat dengan rumah si Keimi ini, kira-kira semasa pacaran gue rajin amat ke rumahnya, sampai terakhir ingetnya diantar nyokapnya sampai ke depan Pondok Indah Mal (Pim) gara-gara pulang ga dapet taksi.
Pertemuan kita unik, dan cara berkencan kita unik. Kencan kita selalu jalan dari rumah masing-masing dan bertemu di TKP, sampai disana nonton, makan, pulang. Oke simple dan murah wkwkwkwkw...
Hubungan kita berakhir setelah berjalan 2bulan, dan balikan terus putus lagi, aduh emang bener-bener labil tingkat anak SMA. Kasus putusnya apa? Oh inget gue, waktu itu gue minta dia datang ke Mal Taman Anggrek, dan entah kesambet setan kuburan apa, gara-gara itu dia minta putus, katanya saya membebani ortunya dan juga dia, ya begitulah.. Sungguh patut dikasihani wkwkwk...

Joey Gilian Sutioso
Namanya lumayan keren ya? Yoi.. yang satu ini isunya sih blesteran Jerman. Agak bule dan memiliki masa depan yang bisa diramalkan baik ke depannya.
Berawal dari masa-masa peralihan SMA ke kuliah, saya dan Joey sempat sekelas di semester 1 jurusan Teknik Informatika. Dari nama jurusannya aja kayanya hardcore mameen..
Tapi tenang aja, banyak orang gila yang memiliki golongan berbeda didalamnya, dan lain kali bisa kita bahas di postingan berikutnya.
Kita sekelas dan awalnya sih jujur aja deh ya, saya agak sinis sama yang namanya joey joey ini, kenapa?
Nih orangnya kayanya classy abis dan high class never die, aduh pusing liatnya omongannya berat-berat dan berkelas, berhubung saya masih pecinta warteg barokah dan es teh boraks, jadi agak galau kalau dengar si joey joey ini ngobrol sama teman-teman 1 gengnya di semester 1.
Ya namanya peribahasa atau bahasa tabu apalah yang bilang, perbedaan cinta dan benci itu tipis.
Nah itulah yang mungkin terjadi dengan saya. Berawal dari sinis, dan akhirnya menjadi cinta. Aih jadi maluuuk...
Alkisah suatu hari ada konser band screamo luar namanya Bullet For My Valentine. Saya pengen nonton tapi heran kok ga ada 1 ekor temen kampus yang minat nonton? So, nonton sama siapa gue nanti?
Nah disinilah peran joey joey ini muncul. Dialah satu-satunya orang yang punya minat walaupun kecil, untuk menemani saya nonton konser galak ini. Wuih, disana hp saya ilang loh... Ya emang nasib lah ya, cuma dari kehilangan hp itu kita mendapatkan pengganti yang jauh lebih indah yaitu cinta.
Gila bahasa gue sinetron banget, kayanya gue punya bakat terpendam buat jadi Chrisye.
Kita pacaran pemecah rekor hidup saya, selama 2tahun lebih lamanya.. Lebihnya berapa?
Nah lebihnya entah berapa, itung kasarannya 2,8tahun lah ya.. Putus kenapa mbak?
Untuk masalah putus yang satu ini sifatnya sangat pribadi pastinya, karena pacaran selama 2 tahun itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengatakan "putus".
Singkat kata, dari putus itu kita saling introspeksi diri dan mencari kesibukan masing-masing pastinya, sampai kita balikan untuk beberapa bulan saja, dan putus lagi.
Wow amazing ababilnya mbak.. Oh kali ini tidak bisa dibilang ababil juga, soalnya putusnya itu saya rasa untuk kebaikan bersama, dan untuk kebahagiaan bersama.
Serius amat bacanya om-om tante-tante sekalian.. Biasa aja dong mukanya hahahahaha!!!!

Adi Suari Guna
Untuk yang satu ini, tersebutlah seorang yang memiliki nama eksisnya Akuwarrior.
Narsis amat nama lo bah!! Warrior yang satu ini, eh maksudnya manusia yang satu ini (kebagusan kalo pakai sebutan warrior) sempat menjadi dekat dengan saya, diakibatkan karena adanya suatu game online bernama Canaan Online Indonesia, dimana disana kita bertemu dalam suatu guild bernama Awesome!!
Adi atau sebutan stress dari anak-anak guild, BB (Bos Botak), Pak Presiden, atau sebutan sayang dari adik Ojan (Fajar) yaitu Onak, nak nak, atau apalah pusing juga dengarnya.
Sosok Adi pertama kali dekat sama saya adalah wujud berambut coklat dengan baju kelinci berwarna hijau, mata segaris dan mulut terbuka merah, dan jangan membayangkan wajah personil Super Junior dulu, karena yang saya jelaskan secara detail ini adalah Avatar atau Character in game.
Oke pasti si mbak naksir sama Adi karena avatarnya ya? Oh jelas anda salah.. Saya bukan tipe orang yang naksir manusia dari avatar, mau katanya avatarnya seganteng apapun. Apalagi perlu diketahui, dalam game Canaan Online itu semua karakter dan kostum bentuknya sama. Jadi apa yang mau ditaksir dari karakter?
Alkisah berawal dari bertukar pikiran in game, baik dari masalah politik, bisnis, SARA, bahkan sampai percintaan dalam game maupun luar game. Sampai waktu berjalan dimana saya sedang galau karena putus dengan si joey joey itu, kemudian si Adi alias Akuwarrior berwajah kelinci ini menjadi teman curhat seabad saya saat itu.
Pertemuan kita berawal dari kedatangan Adi ke Jakarta, dimana guild Awesome mengadakan gathering, dan dari sana kita bisa langsung berkomunikasi secara real, bukan sekedar chat in game yang membutuhkan banyak tenaga untuk mengetik setiap hurufnya. Selagi galau putus dengan joey joey, sosok Adi ini menjadi teman yang paling nyaman saat itu, kenapa mbak? Ya karena saya cuma curhat ke dia doang sih wkwkwk...
Alkisah, kita mengadakan gathering ke jogja, dimana disana tempat Adi dan sebagian besar penghuni guild Awesome hidup dan memamah biak. Dari sana, mungkin kita menjadi lebih dekat, ditambah dengan bumbu-bumbu galau yang berasal dari putus cinta, yang menambah penyedap rasa untuk setiap obrolan saya dengannya disana.
Terus jadian dong mbak? Kali ini ga kok mas, tenang aja wkwkwk..
Kita ga sempat jadian, ya kedekatan kita berlangsung sangat cepat dan terputus dengan alasan yang sifatnya sangat abstrak, yang terkadang masih sering terpikir kenapa, mengapa harus secepat itu.
Alasan utamanya mungkin simple saja, karena saya balikan dengan joey joey itu, maka hubungan saya dengan Adi menjadi terputus, ditambah dengan kondisi dimana joey joey kurang suka dengan Adi ini, ya entah kenapa, kurang tau juga saya. Tapi apapun keadaannya, masing-masing dari kita memiliki jalan hidup masing-masing di akhir cerita walaupun sebetulnya memang diakhiri dengan sesuatu yang sulit dipahami.


Okee saudara-saudara, selesai sinetron dan sesi curcolnya.. Yang nangis silahkan ambil kain pel buat lap mukanya, ahahaha becanda masbro!!
Tapi saya rasa tidak ada yang perlu ditangisi, karena dari tadi saya tidak memberikan kesaksian atau cerita galau yang memerlukan ember untuk menampung air mata saudara-saudara sekalian.
So... Dari semua yang diatas, mana yang paling mbak cinta dan sayang?

Cinta dan sayang itu berasal dari banyak hal yang disengaja ataupun tidak disengaja. Terkadang tidak realistis sampai meninggalkan hal-hal realitis di dunia ini. Pembelajaran buat kalian saja, melihat dari pengalaman saya ini, lebih banyaklah bersikap dewasa untuk menanggapi perasaan cinta/sayang kepada orang yang posisinya bukanlah keluarga, orangtua, teman, ataupun sahabat.
Jika perasaan cinta menyebabkan kalian, para kaum muda, menjadi suatu rantai yang mengikat kaki kalian sehingga sulit bergerak dalam kehidupan yang seharusnya kalian jalani, maka perasaan cinta itu bukanlah yang terbaik. Saat mereka yang kalian cintai pergi meninggalkan semua kenangan yang pernah terjadi, dari situlah akan timbul dampak buruk bagi diri kalian sendiri.

Pembelajaran buatku sendiri selain masalah cinta dengan logika, adalah tentang suatu yang tidak bisa terjawab. Banyak hal dalam dunia yang kelam ini, yang tidak memiliki jawaban dan tidak bisa selalu dipertanyakan.
Contohnya saja seperti:
"Mengapa harus berakhir begini?" atau "Mengapa dia pergi/ tidak mau mengerti?"
Mungkin jawaban terbaiknya adalah untuk mencari kebahagiaan, tapi sebetulnya tidak ada jawaban yang tepat dan pasti untuk pertanyaan seperti tadi.
Terkadang sesuatu yang abstrak itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu kita ketahui, daripada sakit hati dan penyesalan yang kita temui ketika kita mencari rahasia dari keabstrakan itu.

God bless you!! Sekedar share saja postingan saya kali ini. Bagi yang namanya disebut dan membaca postingan ini, tujuan saya disini bukanlah untuk menulis siapa kalian dan apa salah atau kebaikan kalian.
Saya berterimakasih kepada kalian yang pernah mewarnai hidup saya, baik warna cerah maupun warna gelap, baik hari indah maupun hari kelam.
Marilah bersama-sama meninggalkan semua masa lalu yang kelam, dan merintis masa depan yang baik dan cerah. Move on for our future! :)

Minggu, 18 Maret 2012

About March 18, 2012

The last memories and sign for my journey to the Elven Land
(Beberapa kenangan terakhir dan tanda untuk perjalananku ke Elven Land)

Sekilas melihat ingatan kembali
Masa indah dahulu yang terlewati
Saat semua orang menutup mata dan hati
Saat itulah kamu menunggu disini

Ketika hati tertutup dengan kekelaman
Kenangan manis berubah menjadi kesuraman
Membuat diri serasa ingin pergi
Namun dirimu datang untuk berbagi

Kamu membuat yang maya menjadi nyata
Dari situlah aku membuka mata
Hanya kamu lah yang menemani
Kesunyianku disini

Kamu memberikan seberkas harapan
di saat jalanku dibuntukan seseorang
Harapan yang penuh terang
Dan memberikan ketenangan

Aku selalu mencari dimana yang salah
Apakah hatiku ini telah salah
Menerima ikatan yang tidak terlihat
Namun di hati ini dengan indah terpahat            

Seketika itu rasa ini semakin besar
Dan mungkin kamu tak pernah sadar
Mungkin kamu hanya mengawalinya
Untuk dengan cepat mengakhirinya

Kesalahanku atau bukan
Saat itu aku merasa harus meninggalkan
Dirimu yang tidak memberi kejelasan
Atau untukmu menjadi suatu kebenaran
Dimana memang tak pernah ada suatu ikatan

Menunggumu setiap langkah hidupku
Mencarimu untuk memperbaiki semua kesalahanku
Melihatmu dari kejauhan diluar kemampuanku
Namun siapakah yang tahu semua perasaanku

Tuhan, apakah aku salah mencintainya
Walaupun aku tahu kita berbeda
Walaupun aku tahu kenyataannya
Mungkin bukan ini yang seharusnya ada

Jika memang bukanlah ini yang terbaik
Dan jika suatu kesalahan untuk hidupku
Biarkan aku tahu apa yang harus kupetik
Dari smua pengalamanku

Aku bukanlah seorang yang percaya cinta
Bukan menjadi bagianku untuk membahas
Suatu hal yang kuanggap tak pantas
Namun hanya kamulah yang kucinta

Banyak orang berkata tentang kebodohan
Karena melihatku seperti pengorbanan
Tetapi apalah arti sebuah pengorbanan
Jika memang semua itu demi perasaan

Tuhan, sekali lagi saja
Atau mungkin tidak sama sekali
Biarlah mata hati ini terbuka sekali lagi
Untuk mencintainya sepenuh hati

Jika memang bukan ini jalan terangMu
Berilah aku kekuatan oleh kuasaMu
Dimana semua hal yang telah berlalu
Dapat kurelakan menjadi masa lalu